Apa itu Sistem Co-Ownership Ala Sepak Bola Italia

Apa itu Sistem Co-Ownership Ala Sepak Bola Italia

Apa itu Sistem Co-Ownership Ala Sepak Bola Italia – Italia merupakan salah satu negara Eropa yang menjadi salah satu negara dengan permainan sepak bola terbaik. Liga di Italia pun cukup terkenal di kalangan pecinta sepak bola di seluruh dunia. Beberapa tim asal Italia pun menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dunia, karena memang beberapa di antaranya menjadi tim idaman para pecinta bola. Contoh tim-tim yang berasal dari Italia yang terkenal yaitu AS Roma dan juga Juventus. Terlepas dari dua tim yang cukup terkenal tersebut, permainan sepak bola di Italia pun memiliki ciri khas yang membedakannya dengan permainan sepak bola di negara Eropa lainnya. Seungguhnya, kali ini keunikan Italia ditunjukkan lewat co-ownership yang ada dalam dunia sepak bolanya. Apakah sebetulnya pengertian dari sistem co-ownership yang dimiliki oleh sepak bola Italia? Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang informasi yang satu ini, berikut uraian singkatnya untuk Anda.

Apa itu Sistem Co-Ownership Ala Sepak Bola Italia

Apa itu Sistem Co-Ownership Ala Sepak Bola Italia

Jika kita menengok lebih dalam tentang seluk beluk dari Serie A di Italia, tentunya kita tidak akan merasa aneh dengan co-ownership yang dimiliki oleh klub-klub yang ada di liga tersebut. Apakah yang dimaksud dengan co-ownership? Sistem yang satu ini bisa disebut juga dengan sistem kepemilikan bersama. Dalam penjelasannya tentang sisstem yang satu ini, ada dua klub yang memiliki satu pemain yang sama. Ya, di Italia, tepatnya Serie A, seorang pemain bisa melakukan kontrak gAnda dengan dua tim sekaligus. Tentunya kedua tim tersebut harus berbagi kepemilikan mereka atas pemain yang memiliki kontrak dobel tersebut. Meskipun demikian, hanya satu tim yang bisa melakukan pendaftaran untuk pemain tersebut.

Dalam melakukan sistem kepemilikan yang satu ini, tentunya dua buah tim yang terkait harus saling mencapai persetujuan terlebih dahulu. Kedua tim yang saling terikat untuk memiliki seorang pemain, hanya perlu menentukan pemain akan bermain untuk tim mana terlebih dahulu. Dalam kasus sistem co-ownership ini, kedua tim merupakan pemilik saham dalam sebuah perusahaan, dimana perusahaan tersebut merupakan seorang pemain. Contoh nyatanya terjadi pada kasus pemain Mario Rossi. Pemain yang satu ini dimiliki oleh AS Roma, dan pemain tersebut memiliki sisa kontrak selam sua tahun bersama tim tersebut. Sementara itu, ada sebuah tim lain yang ingin memiliki pemain tersebut. Dengan demikian, kedua tim harus saling berunding, apakah mereka bisa berbagi kepemilikan atas pemain atau tidak.

Dalam tahapan menentukan pemain tersebut harus bermain untuk tim yang mana, ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan oleh kedua belah pihak. Yang pertama, bisa saja tim A, yang masih memiliki hak milik seutuhnya pasa suatu pemain menjual separuh haknya pada tim B, sebagai tim lain. Dengan demikian, Tim B akan diwajibkan untuk membayar separuh harga dari pemain yang sudah ditentukan. Jika selanjutnya ditentukan bahwa sang pemain akan tetap bermain untuk tim A, kelebihan akan dimiliki oleh tim A, yaitu mereka bisa mendapatkan uang tunai tanpa harus kehilangan pemainnya.

Cara kedua, jika tim B merupakan tim yang akan menggunakan sang pemain tersebut, tim B akan mendapatkan keuntungan. Bagaimana tidak? Hanya dengan setengah harga, tim B bisa mendapatkan pemain untuk bermain di timnya. Selain itu, bisa saja tim A tidak akan merasa dirugikan, karena biasanya di tim awal di mana pemain itu dimiliki, sudah tidak ada ruang yang tersisa untuk pemain tersebut bisa bermain, sehingga pemain diberikan kepada tim B selaku pembeli separuh kepemilikan dari tim tersebut. Yang selanjutnya bisa terjadi pada sistem kepemilikan gAnda yaitu saat kedua tim tidak menggunakan pemain yang mereka miliki bersama. Bisa saja kedua tim sepakat untuk meminjamkan pemain yang menjadi milik bersama kepada tim lain yang berada di liga yang tingkatannya lebih bawah dari mereka. Hal itu terjadi karena mereka berharap pemain muda mereka akan lebih berkembang dan memiliki ruang.

Apa itu Sistem Co-Ownership Ala Sepak Bola Italia ? Sistem kepemilikan ganda atau yang sering disebut dengan co-ownership ini memang cenderung menguntungkan untuk pihak-pihak yang terkait, jika mereka bisa melakukan kerjasama dengan baik. Meski demikian, sistem yang satu ini kabarnya sudah tidak lagi digunakan di daratan Italia. Terhitung mulai tanggal 30 Juni 2015 kemarin, sistem kepemilikan gAnda atau co-ownership sudah tidak lagi diberlakukan di dunia sepak bola mereka. Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang sistem kepemilikan ganda ini?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *